Rabu, 02 November 2011

Pempek Lenjer dan Kapal selam



pempek lenjer
Pempek Lenjer
Selain pempek kapal selam, jenis pempek lain yang terkenal adalah pempek lenjer. Pempek ini murni terbuat dari adonan ikan, tidak ada campuran telor seperti pempek kapal selam. Bedanya, pempek lenjer dibuat lonjong memanjang, seperti lenjeran lenjeran kata orang palembang. Itulah sebabnya diberi nama pempek lenjer. Karena besar dan panjang, setelah direbus, pempek lenjer dipotong kecil kecil baru kemudian digoreng. Karena bahannya yang murni adonan ikan untuk pempek, maka rasa pempeknya pasti amat terasa khas dibanding pempek pempek lain.
Banyak orang bilang, pempek lenjer adalah “The mother of pempek”. Ya.. dari pempek lenjer yang dikreasikan dapat dibuat berbagai macam jenis pempek lain. Pempek lenjer dipotonh menjadi kubus kecil kecil, tambahkan adonan telor dan panggar dengan daun pisang, maka akan menjadi pempek lenggang. Pempek lenjer di potong irisan memanjang ditambah kuah kari dan santan, menjadi laksan dan sebagainya.
Khusus untuk lagu pempek lenjer, sudah pernah kami posting diweb ini sebelumnya. Bahkan berupa video klip. Lagu pempek lenjer diciptakan oleh S Parno. Silahkan lihat di page berikut. Lagu pempek lenjer.
Well, bagi yang mau coba coba buat pempek lenjer, berikut ada resepnya. Silahkan dicoba. :P
Resep Pempek Kapal Selam
Bahan :
250 gram ikan tenggiri (daging nya saja) giling 2 kali supaya daging halus.
250 ml air dingin
750 gram tepung sagu (sebaik nya sagu cap tani)
2,5 sdm garam larutkan di air
1 sdm kecap ikan
vetsin kalau suka
5 telor ayam (sesuai selera untuk kapal selam)
Bahan cuka pempek:
250 gram gula merah
1 liter air
4 bawang putih haluskan
5 cabe rawit hijau haluskan
1 ibu jari asam jawa
garam & vetsin
1 sdm tongcai (optional)
Cara bikin:
  • Campur ikan yang sudah digiling + air + garam + kecap ikan, aduk rata sampai air bener-bener menyatu dengan ikan.
  • Didihkan air yang banyak dalam panci besar, untuk merebus pempek.
  • Masukan + 400 gram tepung sagu ke adonan ikan, jangan terlalu di ulen aduk dengan jari tangan saja. Terlalu banyak di ulen mengakibatkan pemakaian sagu lebih banyak dan pempek jadi keras.
  • Sisa tepung sagu digunakan untuk bedak-in telapak tangan supaya adonan tidak lengket.
  • Untuk pempek lenjer, ambil adonan kurang lebih 200 gram (ukuran sesuai selera), lalu bikin bentuk silinder panjang, lalu masukan ke air yang sudah mendidih.

  • Biarkan pempek sampai mengapung yang berarti sudah mateng! Lalu angkat dan tiriskan.
  • Untuk penyajian, bisa tanpa digoreng atau digoreng terlebih dahulu, lalu diberi taburan ebi, irisan timun dan kuah cuka.Untuk kuah cuka:
  • Larutkan gula merah dengan air sampe larut semua dengan api kecil, lalu masukan cabe dan bawang putih yang sudah dihaluskan, asam jawa, garam dan tongcai.
  • Biarkan mendidih sebentar lalu matikan. Kuah cuka sebaik nya dibikin 1 hari sebelum penyajian.
Well.. selamat mencoba dan menikmati pempek lenjer. Tapi kalau ngga mau repot tetap dapat pesan di pempek cekma kok hehe.. (mode iklan on). Sukses ya!

Pempek Kapal Selam, mengapa dinamakan kapal selam?

pempek kapal selamAnda pasti sudah mengetahui bagaimana bentuk Pempek Kapal Selam bukan?� Kami sangat yakin akan hal tersebut. Namun apakah anda mengetahui kenapa Pempek tersebut diberi nama Pempek Kapal Selam? Lalu taukah Anda kalau Pempek ini ada lagunya lho.. dengan judul yang sama pula. Pasti banyak diantara Anda yang belum tau.� ya kan? Nah, untuk mengupas rasa penasaran Anda, sekaligus tetap melestarikan kekayaan budaya Palembang. Posting kami berikut akan menjawabnya.
Mengapa dinamakan pempek kapal selam?
Ceritanya begini,� sebagaimana diketahui pempek kapal selam adalah pempek yang isinya adalah satu buah butir telor utuh. Jadi, dari adonan pempek, dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika telur dipecahkan, semua isi telur baik itu putih dan kuning telur dapat masuk ke dalam adonan pempek. Kemudian ditutup lagi hingga tidak bocor.
Setelah di buat, langkah selanjutnya adalah merebus. Nah, penamaan kapal selam berasal dari keunikan ketika merebus pempek ini. Ketika kita memasukkan pempek pertama kali kedalam panci berisi air. (syarat merebus pempek, airnya harus lebih, tidak boleh sedikit) maka pempek kapal selam ini akan tenggelam di dasar panci.� Uniknya, tanda bahwa pempek tersebut sudah matang adalah saat si pempek naik ke atas permukaan air dan mengapung. Jadi tenggelam kalau belum masak, mengapung kalau sudah masak. Kata orang palembang, seperti kapal selam … bisa tenggelam dan mengapung.. maka jadilah namanya pempek kapal selam.
Ada juga versi laing yang mengatakan bahwa pempek kapal selam dinamakan begitu karena bentuknya yang mirip kapal selam. Mirip kapal selam?? dilihat darimana ya… ?� mode bingung on. well, walau bingung dengan penjelasan tersebut, tapi mungkin dulu memang kapal selam bentuknya seperti itu yaa. hahaha…
Nah, Pempek Cekma dulu pernah memposting sebuah video tentang lagu pempek lenjer. Kali ini kami memiliki koleksi lagu yang sudah sangat jarang sekali ditemui dipalembang. Lagu Pempek Kapal Selam judulnya. lagu ini memang tidak seterkenal lagu pempek lenjer. Tapi menurut saya musiknya lebih enak didengar. Bagi yang penasaran bagaimana lagu pempek Kapal selam. Silahkan download pada link dibawah ini
Berikut lirik lagu tersebut.. hebatnya.. selain make bahaso palembang.. pengucapan huruf R nyo jugo bederot.. persis kebanyakan wong palembang. unik dan lucu. Sayang kami tidak tau siapa yang menyanyikan dan menciptakan lagu ini.� Kalau ada yang tau, mohon bantuannya ya.� Mari kita lestarikan budaya bangsa Indonesia.

Jenis-jenis makanan khas palembang

Mengenal Jenis-jenis makanan & masakan khas Palembang

 
 
 
 
 
 
12 Votes
Pernahkah anda menyadari bahwa kota Palembang ternyata sangat kaya akan berbagai jenis makanan dan masakan khas yang uuuueenaak bangeeeet….atau super lezat. Mulai dari jenis kudapan seperti dessert; es kacang merah, srikayo dan puding yang terbuat dari agar-agar asli rumput laut, bolu, hingga masakan misalnya ada pindang ikan patin meranjat (meranjat nama salah satu daerah di sumsel), tempoyak, berengkes tempoyak, sop buntut hingga makanan khas yang sudah terkenal yaitu pempek dengan berbagai jenis; misalnya otak-otak ikan, pempek adaan, pempek kriting, pempek pastel, pempek telor, pempek panggang, pempek lenggang, serta kerupuk juga dengan berbagai jenis, ada yang terbuat dari ikan, udang, dan cumi-cumi serta kepiting hingga kerupuk yang terbuat dari belut dan bekicot yang terakhir ini berasal dari pulau bangka dan sekitarnya.

Kebanyakan orang Indonesia yang berasal dari suku lain, maksudnya yang bukan berasal dari Palembang dan sumsel hanya tahu bahwa makanan khas palembang adalah pempek saja. Sehingga pempek memang yang paling dikenal daripada jenis makanan khas-nya yang lain. Padahal kenyataannya terdapat banyak sekali jenis makanan dan masakan khas Palembang yang lain yang mungkin belum dikenal oleh orang Indonesia yang berasal dari suku lain. Sungguh disayangkan bila anda sampai tidak tahu tentang jenis-jenis makanan dan masakan khas yang terdapat di Palembang karena semua jenis makanan dan masakan tersebut sangat lezat dan sedap.
Tahukah Anda bahwa ternyata ada banyak sekali jenis makanan khas Palembang, mungkin kalo dihitung bisa lebih dari 30 jenis makanan yang super enaak dan lezaaat yang terdapat di kota yang terkenal dengan pempek tersebut. Contohnya ada: Burgo, lakso, celimpungan, laksan, tekwan, model ikan dan model gandum, rujak mi, mi celor, martabak HAR (martabak India), bolu delapan jam, bolu maksubah, itu baru jenis makanan kemudian untuk makanan pencuci mulut atau dessert: ada srikayo, aneka puding yang terbuat dari rumput laut asli dan es kacang merah yang sangat khas yang tidak terdapat didaerah lain di Indonesia. Kemudian untuk masakan ada tempoyak dan berengkes ikan (pepes ikan patin diramu dengan durian yang difermentasikan), ada pindang ikan patin meranjat yang lezat sekali apalagi ditambah dengan sambal bacang/mangga putih muda dan makanannya selagi hangat dijamin pasti satu piring tidak cukup. Bahkan pakar kuliner maknyus pak Bondan dan pak Wiliam Wongso sudah beberapa kali mengunjungi tempat-tempat kuliner di Palembang dan sudah dipublikasikan di acara kuliner di beberapa televisi swasta.
Untuk jelasnya silahkan lihat sebagian jenis makanan tersebut dari gambar-gambar yang dipaparkan ini. Anda mau mencoba? sayangnya akan lebih terasa di lidah rasa yang asli apabila anda mengunjungi langsung kota Palembang, karena meskipun mungkin di kota seperti Jakarta dan kota yang lain terdapat restoran makanan dan masakan khas Palembang namun rasanya pastinya berbeda dengan rasa yang asli dari Palembang.







Pempek Langka dan Unik

Foto: Ist
Foto: Ist
JENIS pempek yang paling terkenal adalah kapal selam. Padahal, ada banyak macam pempek yang bisa kita konsumsi, seperti pempek bakar dan pempek santan yang makin jarang ditemui. 
Rasanya hampir semua orang mengetahui dan pernah mengonsumsi makanan tradisional Palembang, Sumatra Selatan, itu. Saking terkenalnya, rata-rata kota besar di Indonesia punya rumah makan ataupun restoran yang secara khusus menyajikan pempek.
Bagi masyarakat Jakarta, pempek jenis kapal selam tentu sudah tidak asing lagi. Pempek ini sangat disukai karena rasanya pas dengan selera lidah orang Indonesia. Apalagi bila di dalamnya diisi telur, hmm? rasanya makin komplet.
Dan lazimnya, pempek disajikan bersama kuah yang disebut saus cuka. Berbeda dengan rumah makan penyaji pempek di Jakarta lainnya yang umumnya hanya menyediakan dua hingga tiga jenis pempek-Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161 memiliki 25 macam pempek.
Rumah makan pempek yang beralamat di Jalan Boulevard Blok FW1 Nomor 26, Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu telah berdiri sejak 21 tahun lalu. Bila Anda berkunjung ke rumah makan ini, akan terlihat suasana yang sibuk.
Di bagian depan tampak kesibukan para pegawai yang tengah membakar pempek di atas tempat pembakaran. Begitu memasuki resto, suasana sibuk makin terasa. Puluhan pengunjung pun terlihat menempati kursi yang telah disediakan. Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161 juga memiliki buku menu sebagai panduan bagi pengunjung untuk memilih pempek yang mereka inginkan.
Selain buku menu, di meja makan bisa dilihat pula foto-foto pempek, lengkap dengan namanya. Misalkan pempek climpungan. Pempek satu ini berbeda dengan pempek kebanyakan, karena panganan yang hanya tersedia di Pempek Palembang dan Otak- Otak Kelapa Gading 161 itu dibuat menggunakan santan, bukan saus cuka seperti biasanya.
"Kami merupakan tempat makan pempek satu-satunya yang menyediakan 25 macam pempek. Rasanya pun autentik seperti dari daerah asalnya," kata pemilik Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161, Suryani, yang ditemui beberapa waktu lalu.
Untuk memanjakan lidah penggemar pempek, dalam satu porsi climpungan terdapat baso ikan, ikan sagu, kuah santan, dan sambal. Sambalnya memiliki nama yang unik, yaitu sambal cengeng.
"Barang kali karena sambalnya pedas dan siapa pun yang memakannya pasti kepedasan. Makanya, dinamakanlah dia dengan sambal cengeng," ujar Suryani, diiringi tawa.
Selain climpungan nan unik dengan rasa yang benar-benar menggugah selera, di tempat ini juga tersedia pempek jenis langka di Jakarta. Pempek itu bernama pempek tunu. Pempek ini berbeda karena disajikan setelah pempek dibakar terlebih dahulu.
"Salah satu motivasi kami menyajikan pempek dengan banyak jenis adalah untuk melestarikan makanan tradisional, khususnya makanan dari Palembang," kata wanita berdarah Palembang itu.
Pempek tunu, kata Suryani, selain unik karena dibakar, juga bisa disajikan dengan saus cuka yang biasanya dibuat menggunakan bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, gula merah, dan sedikit cuka.
"Kalau hari-hari libur nasional, kami sampai kewalahan melayani pengunjung karena ramai sekali. Namun, tetap saja pengunjung rela antre untuk mendapatkan pempek yang mereka inginkan," imbuh wanita berkulit kuning langsat itu.
Di antara 25 jenis pempek yang disajikan di rumah makan ini, terdapat jenis pempek yang sangat unik dan bakal menjadi hidangan favorit para pencinta rujak.
Sajian itu bernama rujak mi tahu. Sesuai namanya,menu rujak mi tahu terdiri atas pempek lenjer, tahu goreng, mi, dan ketimun.

KULINER PALEMBANG BUKAN HANYA PEMPEK


Sebagai ibukota negara, Jakarta banyak diserbu orang sebagai tempat mencari kerja. Beribu-ribu orang dari berbagai daerah datang dan menetap di Tanah Betawi ini. Sehingga masyarakatnya menjadi heterogen dari berbagai suku dan agama. Dengan keberagaman itu, tentunya banyak masyarakat yang rindu dengan makanan atau masakan daerahnya sendiri. Namun, tidak mudah menemukan tempat makan khas daerah yang menyajikan hampir semua menu khas daerah tersebut. Di Jakarta hanya beberapa rumah makan seperti itu, salah satunya adalah WAROENG KAMPONG KAPITAN, yang menyajikan menu masakan Palembang.
Nama warung ini diambil dari nama sebuah kampung di daerah bagian Ulu Kota Palembang yang sekarang menjadi salah satu objek wisata dalam program visit musi 2008, yaitu Kampong Kapitan
Rumah makan ini didesain dengan konsep modern, walaupun menyajikan makanan tradisional tetapi memberikan pelayanan seperti layaknya sebuah restoran, dengan menyediakan tempat makan yang nyaman dan dilengkapi hot spot untuk surfing internet secara cuma-cuma dan makanan disajikan dengan peralatan makanan menarik serta pelayanan yang baik.
Waroeng Kampong Kapitan ini berada di Jalan Muwardi, Grogol, tidak jauh dari pasar Grogol, sehingga tidak susah mencarinya.
Di Jakarta, sebagian besar masyarakat hanya mengenal pempek dan turunannya seperti model dan tekwan sebagai makanan khas dari Palembang, padahal banyak makanan dan masakan tradisional lainnya dari kota ini yang patut dicoba.
Di Waroeng Kampong Kapitan ini selain menu yang sudah dikenal masyarakat tersebut juga banyak menu lain, bahkan jajanan khas Palembang pun bisa didapatkan di sini.
Pempek dan Lenggang Panggang
Pempek sudah sangat dikenal di Jakarta,tetapi tidak semua orang tahu tentang jenis pempek yang satu ini, Pempek Panggang, dibuat dari sagu dan daging ikan tenggiri dan dengan bentuk bulat pipih, pempek ini tidak digoreng maupun direbus, tetapi sesuai dengan namanya pempek ini dipanggang di atas bara arang selama 10 – 15 menit.
Pempek ini bisa disantap langsung atau dibelah tengahnya yang kemudian diisi ebi dan kecap manis. Agar lebih nikmat, bisa juga dimakan dengan cuko yang rasanya asam, manis, dan pedas. Penganan ini dijual satuan dengan harga Rp3000.
Kemudian, kita bisa mencoba Lenggang Panggang yang merupakan menu andalan lain Waroeng Kampong Kapitan.
Pempek ini hampir sama dengan pempek lenggang, dimana pempek dicampur dengan kocokan telur, setelah itu digoreng, yang membedakannya adalah pempek yang digunakan untuk Lenggang Panggang ini adalah pempek yang masih mentah, dan setelah dicampur dengan kocokan telur, langsung dipanggang di atas bara arang selama 15 – 20 menit.
Yang unik dari lenggang panggang, campuran tersebut tidak dipanggang di atas wajan tetapi dipanggang dalam wadah yang terbuat dari daun pisang sehinga memberikan aroma dan rasa yang khas. Menu seharga Rp10 ribu ini disajikan dengan taburan ebi,dan potongan timun.
Menu Jajanan
Seperti halnya makanan tradisional Sumatera lainnya yang mengandalkan kuah dengan bumbu khas, Palembang pun memiliki menu yang disajikan dengan kuah yang khas. Sebut saja Burgo, Ragit, Model Gendum, dan pangsit ikan .
Pangsit Ikan, bentuknya sama seperti pangsit pada umumnya tetapi kulitnya dibuat dari adonan pempek dan diisi dengan udang cincang. Disantap menggunakan kuah yang berasa gurih dan agak manis yang berasal dari rasa udang, campuran bangkoang dan jamur kuping. Satu porsinya dihargai Rp 12.000 yang terdiri dari 8 potong pangsit.
Model Gendum adalah roti yang terbuat dari gandum dan biang roti,yang disajikan dengan cara dipotong-potong dan dimakan bersama kuah khusus. Rasa kuahnya segar dengan rasa yang khusus.
Makanan khas lainnya adalah Burgo yang dibuat dari tepung beras dan disajikan dalam bentuk seperti kwetiau yang digulung, disajikan bersama Laksan (Pempek yang dipotong dalam bentuk lempengan). Menu ini dimakan dengan kuah santan yang dicampur dengan sambal goreng agar lebih nikmat.
Ketiga menu di atas, menurut pemilik restoran , adalah menu jajanan karena bukan merupakan menu makanan utama, sehingga dapat dimakan kapan saja, umumnya merupakan makanan pagi.
Menu Utama
Ada beberapa menu khas Palembang yang termasuk dalam menu utama, karena bisa dijadikan menu untuk makan siang maupun makan malam. Beberapa menu yang menjadi andalan Waroeng Kampong Kapitan adalah Pindang Ikan Patin dan Nasi Minyak.
Pindang Ikan Patin ini merupakan makanan berkuah yang terdiri dari ikan patin yang sudah dimasak terlebih dahulu dan disantap dengan kuah asam pedas dan daun kemangi, sehingga memberikan rasa yang sangat segar, kita bisa memilih bagian ikan yang kita suka.
Menu andalan lainnya adalah Nasi Minyak yang bila dilihat sepintas seperti nasi kuning seperti yang sering kita jumpai. Tapi, nasi yang satu ini memiliki rasa yang berbeda karena dimasak dengan minyak samin dan bumbu rempah sehingga memberikan bau dan rasa yang khas.
Nasi Minyak ini dapat disantap dengan beberapa lauk pilihan, seperti Ayam Kecap, Ayam Cuko dan Daging Malbi (Daging sapi yang dimasak seperti rendang tetapi dengan rasa yang lebih manis). Disajikan dengan Sambal Nenas dan Acar serta dilengkapi dengan telor pindang(telor yang direbus dengan asam dan gula).
Untuk memberi tampilan yang baik, maka Nasi Minyak ini disajikan dalam cetakan yang berbeda bentuk seperti bunga, kelinci, panda dan kura-kura. Harga menu ini berkisar antara Rp16 – 18 ribu tergantung lauknya.
Selesai makan, pastinya kita akan membutuhkan minuman sebagai pelepas dahaga. Sebagai pilihan, Anda bisa mencoba beberapa jus khas Waroeng Kampong Kapitan, seperti jus kedondong, jus lobi-lobi atau jus jagung.
Anda dapat juga memilih minuman khas lain Waroeng Kampong Kapitan seperti, Es Kacang Merah dan Es Belengan Belimbing, Es Belengan mangga, atau Es Belengan Pala yang disajikan dengan es serut.
Sebagai pelengkap, Waroeng Kampong Kapitan menyediakan berbagai jajanan khas Palembang lainnya, seperti : Ketan Sarikaya, Kolak Ketan Duren, Bugis, Jongkong, Kemplang dan kerupuk (goreng dan panggang), Sambelingkung (abon ikan), Lempok Duren, Kue Satu asam,Kue Satu Kacang , manisan buah keranji dan beberapa jenis jajanan lainnya.

Pempek Kapal selam



Pempek atau Empek-empek (Pempek) adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau “cuko” (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Cuko adalah teman makan pempek yang setia, dibuat pedas untuk menambah nafsu makan.
Jenis pempek yang terkenal adalah “pempek kapal selam” adalah telur ayam rebus yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama “ada’an”), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek kriting.
Pempek bisa ditemukan dengan gampang di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di gerobak, dan juga ada yang dipikul. Juga setiap kantin sekolah pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek bisa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya!
Makanan yang berasal dari Si Apek di tepi Sungai Musi ini, mudah didapat di penjaja dengan gerobak dorong sampai restoran. Makanan yang disukai anak-anak, remaja, dan orang tua ini kaya zat gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.Mendengar kata Palembang, otomatis pikiran kita akan tertuju kepada dua jenis makanan yang berkaitan dengan kota itu, yaitu buah duku dan empek-empek. Kata “duku palembang” dan “pempek palembang” begitu lekat di benak masyarakat Indonesia. 
Sesungguhnya penghasil duku yang sangat enak itu bukanlah di kota Palembang, tetapi daerah lain di Sumatera Selatan. Demikian juga dengan pempek, sulit untuk mengatakan bahwa pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badarudin II berkuasa di Kerajaan Sriwijaya. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang “apek” berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si Apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.
Jenis Pempek
Pempek merupakan produk pangan tradisional yang dapat digolongkan sebagai gel ikan, sama halnya seperti otak-otak atau kamaboko di Jepang.
 
Bahan baku utamanya adalah ikan, tapioka, air, dan garam. Prinsip pengolahannya terdiri dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan, dan pemasakan.
Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.
Jenis pempek di pasaran sangat bervariasi tergantung bahan baku dan cara pemasakannya. Jenisnya antara lain adalah pempek lenjeran, telur (kapal selam), pastel (kates), kerupuk (keriting), tahu, lenggang, panggang, serta adaan. Dari sekian jenis pempek, yang paling populer adalah lenjeran (silinder) yang adonannya merupakan adonan dasar bagi jenis pempek lainnya.
Proses Pembuatan
Proses pembuatan pempek adalah sebagai berikut: Daging ikan giling dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1:1. Kemudian ditambah garam secukupnya.
 
Sambil terus diaduk, ke dalam campuran ikan dan air tersebut ditambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sampai terbentuk adonan yang kalis dan tidak lengket di tangan. Pengadukan adonan bertujuan untuk membentuk adonan yang kompak dan mudah dibentuk.
Cara pembuatan sangat mempengaruhi kekenyalan dan aroma pempek, terutama pada tahap pengadukan dengan tepung tapioka untuk menghasilkan adonan yang kompak dan mudah dibentuk. Pengadukan membutuhkan keterampilan khusus agar gelembung-gelembung udara tidak terperangkap di dalam adonan.


Setelah adonan terbentuk, adonan tersebut dapat dibuat menjadi beragam jenis pempek atau makanan lain seperti tekwan, model, celimpungan, atau kerupuk kemplang. Beragam jenis pempek dapat dibuat dari adonan dasar, antara lain berbentuk bulat lonjong (lenjeran), seperti mi (keriting), atau diisi telur (kapal selam), parutan pepaya muda (pastel), tahu, dan lain-lain.
Setelah pencetakan, langkah selanjutnya adalah pemasakan. Pemasakan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu perebusan, pengukusan, penggorengan, dan pemanggangan. Proses pemasakan tersebut akan menghasilkan pempek rebus, goreng, serta panggang atau lenggang.
Untuk pempek lenjeran (panjang 15 cm dan diameter 4 cm), pemasakan dilakukan dengan perebusan, yaitu memasukkan lenjeran ke dalam panci berisi air mendidih. Pempek yang telah matang akan mengapung di permukaan air perebus dan jika ditekan dengan tangan akan terasa lembut dan kenyal sampai ke bagian dalamnya.
Lama perebusan dipengaruhi oleh ukuran lenjeran. Namun, biasanya membutuhkan waktu sekitar 20-90 menit. Proses perebusan bertujuan agar pati mengalami proses gelatinisasi, sehingga granula pati mengembang dan proteinnya terdenaturasi. Pengembangan granula pati disebabkan oleh molekul-molekul air yang melakukan penetrasi ke dalam granula dan terperangkap dalam susunan molekul-molekul amilosa dan amilopektin.
Selain dengan perebusan, pemasakan pempek dapat juga dilakukan dengan pengukusan pada suhu 80oC selama 30 menit.
Daya Tahan Simpan
Setelah matang, pempek diangkat, ditiriskan, dan didinginkan sesaat agar tidak cepat basi. Daya awet pempek relatif rendah, yaitu hanya tahan sekitar tiga hari pada suhu kamar.


Jika disimpan di dalam refrigerator (lemari pendingin), daya tahannya meningkat hingga sekitar empat minggu.
Kombinasi pengemasan secara vakum dan penyimpanan beku dalam freezer, dapat meningkatkan daya awet empek-empek hingga 40 hari lebih. Penyimpanan yang terlalu lama akan menyebabkan terbentuknya lendir pada permukaan produk dan menimbulkan citarasa yang tidak enak.
Produsen pempek berusaha memperpanjang daya awet dengan cara meniriskan air yang menempel pada permukaan pempek dengan kain bersih. Untuk pemasaran ke luar daerah, permukaan pempek biasanya dilumuri dengan tepung tapioka agar tetap kering.
Lamanya proses perebusan dan pengukusan harus dikendalikan supaya tidak terlalu banyak menghilangkan zat gizi. Sebagaimana diketahui, zat protein, vitamin, dan mineral dari bahan dapat larut ke dalam air perebus atau pengukus, sehingga kadarnya menjadi berkurang pada pempek.
Nilai Gizi Kapal Selam Paling Tinggi
Di daerah asalnya, pempek dapat dimakan setiap saat, khususnya sebagai makanan selingan, tanpa mengenal waktu.

Di restoran, pempek lebih digolongkan sebagai makanan pembuka (appetizer), yaitu jenis makanan yang dihidangkan dalam keadaan panas atau dingin, yang disajikan pada permulaan dari suatu urutan makanan lengkap.
Penelitian tahun 1980 menunjukkan bahwa persentase hotel dan restoran yang menghidangkan pempek sekitar 44,4-66,7 persen. Seiring dengan penerimaan masyarakat yang kian meluas, tentu saja jumlah restoran penjual pempek kian bertambah dari waktu ke waktu.
Pempek merupakan makanan tradisional masyarakat Palembang yang terbuat dari bahan dasar daging ikan giling dan tepung tapioka. Pempek memiliki citarasa khas dan disukai masyarakat, memiliki nilai ekonomi dan gizi yang cukup tinggi. Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan tepung tapioka. Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral.
Perbandingan ikan, air, tepung tapioka, dan garam sangat berpengaruh terhadap nilai gizi, rasa, warna, kekenyalan, serta karakteristik lainnya. Penggunaan ikan akan mempengaruhi citarasa dan aroma makanan ini.
Penggunaan ikan yang semakin banyak akan meningkatkan kadar lemak, protein, dan rasa enak pempek, tetapi tentu saja harganya menjadi lebih mahal. Pempek yang dijual murah biasanya terbuat dari tepung kanji yang ditambahkan penyedap rasa, tanpa menggunakan ikan. Jenis ini di Palembang disebut sebagai pempek dos.
Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya karena adanya penambahan telur di dalamnya.
Pempek dalam porsi lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan. Komposisi gizi pempek juga berbeda-beda menurut daerah asalnya
Mengingat demikian khas citarasa dan cukup tingginya kadar gizi pempek, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mencobanya. Mengapa tidak dimulai dari sekarang?

Kue Gandus


 Resep Kue Gandus
Kue Gandus merupakan salah satu kue tradisional khas Palembang. Kue ini berbahan dasar tepung beras sehingga berwana putih serta bagian atasnya diberi taburan ebi, seledri, irisan cabai merah serta bawang goreng.
Resep Bahan Kue Gandus :
  • tepung beras 200 gram
  • santan kental 700 ml
  • garam 1/2 sendok teh
  • daun pandan 1 lembar
Resep Taburan Kue Gandus :
  • ebi 100 gram, rendam dalam air, tiriskan
  • seledri 5 tangkai, iris halus
  • cabai merah 3 buah, iris halus
  • bawang goreng secukupnya
Cara Membuat Kue Gandus :
  1. Rebus santan dengan garam dan daun pandan hingga mendidih. Angkat dan dinginkan. Buang daun pandannya.
  2. Tuang santan ke dalam tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga terbentuk larutan yang licin.
  3. Tuang larutan ke dalam cetakan mangkuk/loyang 22 x 22 yang telah diolesi minyak goreng tipis-tipis.
  4. Kukus hingga matang.
  5. Taburkan bahan teburan dan kukus kembali hingga taburan menempel.
  6. Angkat dan sajikan.
Untuk 18 buah

Kue Maksuba

Maksuba”, Makanan Kehormatan di Palembang
MAKANAN khas sering “bercerita” lebih banyak dari sebatas rasa di lidah. Kreasi makanan serta nuansa penyajiannya juga dapat menggambarkan tradisi bermasyarakat suatu daerah. Di Palembang, tradisi ini antara lain dapat ditemukan pada maksuba.
“Semua orang asli sini tahulah bagaimana bikin maksuba,” ujar Lis (27), seorang aktivis sebuah lembaga swadaya masyarakat di Palembang. Meski begitu, tak semua orang di kota tepian Sungai Musi ini cukup percaya diri menghidangkan maksuba buatan mereka kepada para tamu atau kerabat.
Maksuba adalah nama salah satu makanan tradisional Palembang. Makanan sejenis kue basah ini tidak banyak terdapat di toko-toko kue yang bertebaran di segenap penjuru kota. Meski begitu, terkadang maksuba justru dapat dijumpai di sebuah kedai makanan yang terdapat di Pasar Cinde, salah satu pasar tradisional tertua di pusat Kota Palembang.
Kue maksuba memang bukan kue yang biasa disajikan sembarang waktu. Dalam tradisi masyarakat Palembang, kue ini merupakan hidangan pada saat-saat istimewa, khususnya lebaran dan perayaan perkawinan yang tidak menghidangkan nasi. “Maksuba ini makanan kehormatan buat orang Palembang,” ujar Siti Romlah Ashari, anggota DPRD Kota Palembang.
Menyajikan hidangan istimewa memang diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat dan tamu. Terlebih saat silaturahmi Lebaran, saling berkunjung untuk mempererat persaudaraan. Hidangan Lebaran rasanya tak lengkap tanpa maksuba.
“Apalagi buat pengantin baru, ada kewajiban memberi antaran ke mertua saat lebaran, yang paling bagus, ya, maksuba itulah. Dulu biasanya bikinan sendiri, kalau anak muda sekarang lebih sering pesan saja,” terang Halimah Yunus (48), pembuat kue tradisional di Palembang.
Ibu lima anak itu kini hanya memproduksi maksuba saat menjelang Lebaran. Beberapa Hari menjelang Lebaran, Ny Halimah bisa membuat sekitar 80 hingga 90 loyang kue maksuba untuk konsumsi keluarga maupun pesanan pelanggannya.
“Kalau mau cari yang enak betul, memang mesti pesan ke pembuat maksuba yang tulen. Lemak nian buatannya,” ujar Ny Siti Romlah sambil menyebut nama Halimah Yunus sebagai salah satu pembuat maksuba. Kata-kata lemak nian yang disebut Siti Romlah dalam bahasa daerah Palembang berarti sangat lezat.
Akan tetapi, pada kenyataannya, kue maksuba memang makanan yang berkadar kolesterol tinggi. Kue basah ini sama sekali tidak berbahan tepung. Menurut resep tradisional, macam bahan pembuatan maksuba tidak banyak. Hanya telur bebek, susu, mentega, dan gula.
Meskipun komposisi tak beragam, tetapi bahan pembuat maksuba ini jelas tergolong mahal. Selain biaya yang mahal, proses pembuatan maksuba pun memerlukan ketelatenan. Di situlah keistimewaan yang membuat maksuba dikenal sebagai “makanan kehormatan”.
***
MAKSUBA biasanya dicetak dalam sebuah loyang berukuran 21 x 21 x 7 cm. Untuk setiap loyang maksuba itu, disiapkanlah adonan 28 butir telur, satu kaleng susu kental manis, seperempat kg mentega, dan sekitar delapan ons gula pasir.
Mula-mula telur, gula, dan mentega yang dicairkan dikocok hingga bercampur tanpa perlu mengembang. Setelah itu dicampurkan pula susu. Aroma kue dapat ditambahkan jika ingin mengurangi aroma telur dan susu yang sangat kuat.
Berbeda dengan penyiapan bahan adonan yang terkesan sederhana, pemanggangan kue ini lebih rumit. Pemanggang yang digunakan biasanya panggangan tradisional, semacam oven dengan pengapian di bagian bawah dan atas yang dinyalakan secara manual.
Adonan maksuba dipanggang sedikit demi sedikit sehingga kue yang dihasilkan berlapis-lapis. Untuk setiap lapisan, dituangkan sekitar 250 ml adonan ke dalam loyang. Setelah dipanggang matang, adonan dituangkan kembali di atas selapis maksuba tadi untuk membuat lapisan berikutnya.
Untuk mengimbangi rasa manisnya yang lekat, maksuba biasa disajikan bersama makanan khas Palembang lain yakni pempek, tekwan, atau model yang menonjolkan rasa gurih. Pempek, tekwan, maupun model yang sama-sama dibuat dari paduan adonan Tepung tapioka dan ikan ini dilengkapi dengan “cuko”, sejenis kuah asam pedas.
Meskipun tanpa pengawet, maksuba dapat bertahan sekitar empat hari sebelum perlu dikukus lagi agar tetap sehat dimakan. “Kalau dimasukin lemari es, seminggu tanpa dikukus juga enggak apa-apa,” ujar Halimah.
Mengingat komposisi bahannya, tak heran, harga pemesanan maksuba mencapai Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per loyang. “Kalau asal beli di pasar, apa bisa dijamin. Kadang telurnya dicampur telur ayam biasa karena telur bebek mahal. Makin sedikit pakai telur bebek, rasanya kan kurang enak,” ujar Siti Romlah.
Masih ada beberapa kue tradisional di Palembang yang hampir menyamai “kelas” maksuba, yakni kue delapan jam, engkak ketan, dan bolu lapis. Komposisi bahan kue delapan jam sama seperti maksuba. Namun, seluruh adonan kue ini dikukus sekaligus selama delapan hingga sepuluh jam.
Jika Anda berkunjung ke Palembang dan dijamu dengan kue-kue “kelas atas”, terutama maksuba, itu artinya Anda dihormati